Buku sastra
Peneliti membahas pemakaian alat kohesi gramatikal yang meliputi pengacuan, elipsis, penyulihan, dan konjungsi relatif.
Peneliti mendeskripsikan pemakaian bahasa Melayu Kapuas Hulu dalam lingkungan pemerintah, keluarga, dan kelompok masyarakat lainnya, pemakaian bahasa Melayu Kapuas Hulu sebagai pendukung kebudayaan Melayu Kapuas Hulu seperti dalam seni sastra, seni suara, dan seni tari, serta sikap dan usaha masyarakat Melayu Kapuas hulu terhadap bahasa Melayu Kapuas Hulu sebagai bahasa ibunya.
Buku ini merupakan hasil penelitian kesinoniman dalam bahasa Indonesia, yang meliputi kesinoniman nomuna, verba, dan adjektiva.
Buku ini membahas mengenai sistem pemerlengkapan dalam bahasa Jawa, khususnya pemerlengkapan berupa klausa untuk mengetahui: (1) ciri verba yang memerlukan klausa pemerlengkapan: (2) bentuk klauasa pemerlengkapan; dan (3) perbedaan pemakaian setiap penanda (konjungsi dalam klauasa pemerlengkapan.
Buku ini berisi penyampaian informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan ejaan bahasa Indonesia sejak diresmikannya ejaan Van Ophuijsen (1901) hingga berlakunya serta dimasyarakatkannya ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (1972/1975).
Buku ini merupakan hasil penelitian novel Indonesia th (1946-1960), dari segi struktur estetika dan tema. Novel yang diambil yaitu Telaga Darah, Djogdja Diduduki, Menunggu Beduk Berbunyi, Keluarga Gerilya, Djalan Tak Ada Ujung, Atheis, Aki, Kemarau, Pulang, dan Hati yang Damai.